Berawal dari Tambak Udang Menuju Harapan Baru: Jejak Kerja Sama Ekonomi Biru Tiongkok-Indonesia

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 8 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SHENZHEN, Tiongkok, 8 April 2026 /PRNewswire/ — Di Desa Lamba, Pulau Bangka, Indonesia, seorang petambak udang bernama Ejak selalu tiba tepat waktu di tepi kolam setiap fajar. Dengan tatapan fokus, ia memeriksa tiga tambak udang yang menjadi tanggung jawabnya. Sulit membayangkan bahwa pekerja terampil ini, dua tahun lalu, bekerja sebagai penambang timah yang berjuang memenuhi kebutuhan hidup. Dari gelapnya lorong tambang hingga kilau biru tambak udang, Ejak telah menghabiskan dua tahun untuk menguasai teknologi akuakultur modern yang diperkenalkan oleh perusahaan Tiongkok—sebuah perjalanan yang ditempuh Ejak sebagai ikhtiar menuju kehidupan yang lebih sejahtera sekaligus mewujudkan impian untuk membangun rumah baru.

Tim "Telling China’s Story" dari Pusat Komunikasi Internasional Shenzhen Media Group menelusuri kisah Ejak hingga ke Desa Lamba untuk mendokumentasikan transformasi kehidupannya. Video tersebut menyoroti solusi budidaya udang berbasiskan siklus terpadu yang dihadirkan perusahaan Tiongkok—tak hanya menjaga kelestarian laut, namun juga menggerakkan industri regional dan meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.

 
The Video made by Shenzhen Media Group: "The Secret to Happiness of Indonesian Shrimp Workers"

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tahun 2026 menandai momen lima tahun Global Development Initiative (GDI) yang digagas Tiongkok. Bagi Dr. Pan Yue, Wakil Direktur Pusat Studi Indonesia di Universitas Jinan, sosok yang terlibat dalam produksi video ini, pendekatan budidaya perairan ramah lingkungan yang diusung Tiongkok tak sekadar menjaga "rumah biru" di wilayah setempat, melainkan juga menghasilkan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat lokal seperti Ejak. Dalam dua tahun, ia mampu membangun rumah baru—sebuah pencapaian yang mencerminkan efektivitas dari kolaborasi tersebut. Pada akhirnya, kisah Ejak menegaskan sebuah prinsip sederhana: ketika inovasi teknologi berjalan seiring dengan kepedulian terhadap lingkungan hidup, keseimbangan antara manfaat ekonomi dan kelestarian alam bukanlah hal yang mustahil.

Pan Yue juga menjelaskan, filosofi utama GDI berakar pada model kerja sama yang setara dan saling menguntungkan. Kerja sama tersebut tidak terjalin dengan logika "Saya memiliki teknologi, dan Anda tidak, sehingga Anda harus mengikuti saya," melainkan "Saya berbagi teknologi ini dengan Anda agar kita dapat berkembang bersama." Kisah tambak udang di Pulau Bangka menjadi potret nyata mengenai langkah Tiongkok dan Indonesia yang telah menerjemahkan visi tersebut, sekaligus mempererat kerja sama Selatan-Selatan.

Berita Terkait

DoGo Power Luncurkan Smart Grid-Forming ESS dan Siap Menerima Pesanan Global
CATL Mulai Uji Coba Produksi Sel Baterai di Hungaria
Pylontech Mulai Produksi Massal Sel LFP 588Ah dan 601Ah untuk Sistem Penyimpanan Energi
Sceye Mendukung SoftBank Corp. dalam Demonstrasi Laser Ranging Pertama di Dunia dengan Melacak HAPS dari Darat
JustMarkets: Bagaimana Trading Berbasis Browser Mengubah Akses ke Pasar CFD Global
Peluncuran perdana AsiaPay Voice Pay untuk merchant di seluruh Asia, didukung oleh AI untuk pembayaran pintar yang nyaman
Roborock Kembali Jadi Merek Robot Vacuum Nomor Satu Dunia pada Semester I-2026
Snapdragon X Series Dukung Googlebooks Terbaru, Laptop Pertama yang Dirancang untuk Gemini Intelligence

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 13:18 WIB

DoGo Power Luncurkan Smart Grid-Forming ESS dan Siap Menerima Pesanan Global

Rabu, 23 September 2026 - 13:16 WIB

CATL Mulai Uji Coba Produksi Sel Baterai di Hungaria

Rabu, 23 September 2026 - 13:15 WIB

Pylontech Mulai Produksi Massal Sel LFP 588Ah dan 601Ah untuk Sistem Penyimpanan Energi

Rabu, 23 September 2026 - 09:56 WIB

Sceye Mendukung SoftBank Corp. dalam Demonstrasi Laser Ranging Pertama di Dunia dengan Melacak HAPS dari Darat

Rabu, 23 September 2026 - 09:43 WIB

JustMarkets: Bagaimana Trading Berbasis Browser Mengubah Akses ke Pasar CFD Global

Berita Terbaru

Pers Rilis

CATL Mulai Uji Coba Produksi Sel Baterai di Hungaria

Rabu, 23 Sep 2026 - 13:16 WIB